Hello, I’m Yohanes Kusika
I am a seasonal blogger. I love to write about lessons I’ve had in my life as a child, husband, pastor, and father. So basically, it’s a journey of me to find answers in this world I am passing through. I hope you find a lesson or two in my writings. Blessings!



-
WHY SHOULD I JOIN SMALL GROUP

If you are in church for lamaaaaaa bgt, dan ga pernah sekalipun datang ke komsel, ga pernah punya rasa kepengen buat join any cellgroup. U need to read this ! For the one that already come to cellgroup, u also keep reading. I m writing to support all of you !
komsel bukan ttg bersekutu atau ttg berbagi atau ttg saling menguatkan. semua itu adalah efek samping dari komsel itu sendiri. komsel adalah BERBAGI HIDUP. berbagi hidup terkesan jauh dan mengawang-awang bahasa lebih sederhana nya adalah : memiliki sekumpulan keluarga rohani. keluarga rohani untuk berlatih mengemukakan pendapat, menerima kritik dan menerima pujian, berlatih bertengkar dan berbaikan. berlatih berorganisasi, berlatih mengelola uang, berlatih HIDUP. apa yang kita lakukan di komsel adalah sebuah kehidupan kecil yang menjadi fondasi untuk kita menjalani kehidupan yang besar.
itu sebabnya dalam komsel kita perlu melibatkan Tuhan, karena apabila tidak maka komsel hanyalah sebuah keluarga tanpa kepala, sebuah kumpulan orang yang sakit tanpa dokter. orang-orang sakit berkumpul memang bisa memberikan dampak positif, tapi tidak akan menyelesaikan masalah, tidak akan membuat sebuah transformasi ke siapapun, komsel dimana Tuhan hadir akan membuat semua sakit disembuhkan, semua luka dibalut dan disembuhkan, semua permasalahan diberikan jalan keluar. HANYA SEBUAH KOMSEL YANG DIDALAMNYA ADA YESUS YANG AKAN BERTUMBUH.
posted on Feb 14th 2019
-
(Tidak) Semua Gereja Sama

after all this time ? … always. “ah semua gereja sama ajah”. Kalimat ini sering sekali saya dengar dari banyak orang baik dari kalangan gereja maupun bukan. Saya sendiri tidak setuju. Gereja tidak semuanya sama, semua gereja berbeda. Alkitab memberikan gambaran bahwa gereja adalah tubuh Kristus, masing-masing memiliki tugas dan fungsi berbeda-beda satu sama lain. Itu alasan teologis.
I have a privilege (or a curse) in experiencing pindah gereja. Pengalaman yang tidak ada rencana untuk diulangi kembali. I stayed 21 years in my previous church, for the record. Tulisan ini bukan untuk membandingkan gereja satu dengan gereja lainnya. Tapi tulisan ini buat kamu semua untuk sekedar membuka pikiran dan membantu semua yg mungkin sekarang ada dalam situasi dimana saya pernah ada. Gereja selain sebagai keluarga rohani juga adalah sebuah organisasi, kumpulan orang-orang percaya dengan nilai-nilai yang sama yang berjalan bersama dan berbagi kehidupan dalam perjalanan mencapai suatu tujuan dari Kristus. Karena gereja juga adalah organisasi, maka dalam perjalanannya gereja akan terus berkembang dan berubah seiring waktu, baik dalam nilai-nilai, dalam visi dan misi, dalam administrasi dan banyak lagi aspek lain. Atau juga tidak berubah seiring waktu dan mulai ketinggalan dalam perkembangan dan mulai tidak nyambung atau tidak relevan. Atau juga berubah tetapi lama. Atau juga berubah tetapi terlalu cepat. Intinya adalah dalam dinamika organisasi, akan ada orang-orang di dalam organisasi itu yang bisa mengikuti dan tidak bisa mengikuti. Ini bukan biacara yang mana benar dan salah, tetapi seperti dasar teologi yang kita percaya bersama bahwa gereja adalah tubuh Kristus dan memiliki fungsi dan tugas masing-masing, maka kesimpulan saya adalah selama Tuhan menjadi kepala dari gereja itu maka gereja itu adalah benar. Dengan pemahaman itu, maka semua gereja baik itu konservatif, modern, gampang berubah, tidak berubah, lama berubah atau apapun adalah benar. Tetapi tidak menutup kenyataan ada orang-orang yang kemudian seiring pertumbuhan rohaninya merasa tidak sejalan dengan organisasi baik dari sisi nilai ataupun visi dan misi.
Mengapa tidak semua gereja sama ? Karena masing-masing memiliki tugas dan fungsi berbeda-beda dan semua berbentuk organisasi dengan nilai dan tata cara berbeda. Apakah sah bagi kita untuk keluar apabila kita tidak setuju dengan nilai dan tata cara organisasi gereja ? Jawaban saya adalah tidak tahu. Karena saya tidak tahu tentang kondisi gerejamu Kawan. Apakah boleh ? Jawaban saya adalah ya dan tidak, tergantung dengan apakah nilai dan tata cara yang menjadi masalah ataukah ada permasalahan pribadi, atau bahkan proses pembentukan karakter. Dalam kasus saya, saya menemukan bahwa gereja tempat saya bertumbuh dari remaja hingga dewasa ternyata berbeda tujuan dengan saya seiring pertumbuhan saya. What i believe and what i pursue as a christian ternyata berbeda dengan organisasi gereja tempat saya pernah bertumbuh dan berbuah. disclaimer #1, i stayed 21 years tried to adapt, actively served in many things and tried all efforts possible … sampai pada waktunya saya menyadari kesalahan bukan di siapa-siapa ataupun di mana. Kesalahan ada di diri saya sendiri, apabila apa yang saya kejar dan saya percaya (as in values) tidak sama dengan apa yang organisasi kejar dan percaya, maka saya yang harus berubah. Pilihan saya untuk berubah ada dua, merubah pola pikir saya, menyesuaikannya dengan organisasi atau saya pindah ke organisasi yang lain yang juga mempercayai apa yang saya percaya dan mengejar apa yang saya kejar. Waktu itu pilihan saya adalah pindah. kami bergumul (saya dan istri) untuk ini bertahun-tahun, dan tidak semudah itu meninggalkan orang-orang yang sudah saya anggap sebagai keluarga sendiri. Disclaimer #2, it may worked out fine for me, doesn’t mean it may work out for everyone.
Tulisan ini tidak menyimpulkan bahwa pindah gereja adalah lumrah dan sah. Saya menulis karena apa yang saya alami mungkin akan membuka pemikiran bagi banyak orang pelaku organisasi, dalam level apapun. Foxes can not mingle with lions. Each of us belong to the body of Christ, in our own unique herds. I am sorry if i can not be in yours. Maybe i am not a lion.
posted on Feb 9th 2019
-
you lost me
you lost me…
many of my friends wondering, why did I leave 21 years of home church. I did not. I never did.
it was never an option to leave your family .. you just don’t do that if you’re normal. especially family who has been with you for such a long time. it was never an option for me to leave a family.
Abandon was the word accused to me when I was leaving. “why you abandon us ?”; “why you’re leaving if you love us ?”. never in my head popped up an idea of abandoning anybody. if anybody feels so .. I am so sorry.
the church was never just the local church for me, it was my family, my whole life, my whole being was there. So I didn’t leave … I just change the circumstances, change the leadership, the organization, the chances, and the surroundings. I can’t explain the whole thing, not here not everywhere. I had struggled for years, it’s not easy .. never was, it’s personal and after all this time, if you ask, do you still have feelings? I will answer: Always. will always be proud I was part of them, regardless of everything.
the bible is very clear about putting on believers being part of the local church, many followers of Christ try to live the Christian life apart from serious, personal commitment to a local church the reasons are many, we are self-reliant and self-sufficient, and the kind of mutual interdependence and even submission and accountability to other that the bible talks about frightens us. we are often indecisive, hopping from one church to another looking for the “perfect place” and the “perfect people”. many of us have been hurt in the past by things that have happened to or around us in the church, and others of us simply don’t see the importance of being specifically connected to a local church.
I didn’t leave because of the many reasons mention above. I know the local church is important. God has entrusted local churches with godly leaders who will teach me His Word and care for my soul. that’s why I am rooted to where I am now, the house.
posted October 22nd 2017

About Me
Firstborn of the clan Kusika, husband to a beautiful Rika and Father to a gorgeous Aimee. We are initially from Bandung and served at the homiest place called The House, IFGF BANDUNG. Today, we are pastoring the most fun people on the entire island of Singapore, IFGF SINGAPORE and the most fun people on the entire island of Bali, IFGF KUTA BALI.





